seuntai maaf

tak terkira lagi peluh yang jatuh

tak terbendung lagi airmata yang keluar

tak terbayar lagi pengorbanan yang telah diberikan


hari itu,

semua rasa bercampur menjadi satu

perih remuk redam mengalir deras di seluruh syaraf

memekik menggaung suara batin laksana diri yang tercekik


kala itu,

sebagian berbondong-bondong mencari pada sebagian

isak tangis derai asa meliputi selaksa tawa

menyeret kaki berusaha dan terus berusaha bangkit dan mencari lagi


apa yang masih kau cari? tanya seseorang pada yang lain

sebuah kemaafan

yang hampir punah ditelan masa

yang tanpanya maka tak selamatlah akhirnya jiwa


: maaf tulusku kepada siapapun yang telah tersakiti dan tersalahi oleh kefanaanku

0 komentar: