Tampilkan postingan dengan label puisi hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi hati. Tampilkan semua postingan

'untukmu sahabat'

ketika kata tak banyak terucap
seulas senyum membuai harap
langkah kaki bersatu sarat
itulah sahabat...

seiring gerak bibir dan kata hati
tiada mencela tiap nilai diri
saling menguntai nasehat dan do'a suci
itulah sahabat sejati...

kelak selalu akan ada jarak
membuat semuanya kian terserak
namun ikatan sejati tak pernah mati
meski meniti jalanan penuh duri

mencoba merangkai kata penuh makna
menyongsong masa depan dengan kepercayaan diri
suatu hari nanti kita kan kembali bersua
menyusuri hari dengan keceriaan di hati

sahabat...
ketika nanti kau lelah berlari
ingatlah,
selalu masih ada tempat untukmu kembali
menyusun kekuatan tuk lanjut berlari

ketika nanti kau terjatuh dan merasa sendiri
ingatlah,
masih ada yang kan menyemangatimu lagi
tuk bisa bangkit kembali

kini ku berdiri di sini
bukan sengaja tuk berbangga diri
namun dengan niat setulus hati
inginku menggapai persahabatan sejati

terimakasih sahabat...

Read more...

seuntai maaf

tak terkira lagi peluh yang jatuh

tak terbendung lagi airmata yang keluar

tak terbayar lagi pengorbanan yang telah diberikan


hari itu,

semua rasa bercampur menjadi satu

perih remuk redam mengalir deras di seluruh syaraf

memekik menggaung suara batin laksana diri yang tercekik


kala itu,

sebagian berbondong-bondong mencari pada sebagian

isak tangis derai asa meliputi selaksa tawa

menyeret kaki berusaha dan terus berusaha bangkit dan mencari lagi


apa yang masih kau cari? tanya seseorang pada yang lain

sebuah kemaafan

yang hampir punah ditelan masa

yang tanpanya maka tak selamatlah akhirnya jiwa


: maaf tulusku kepada siapapun yang telah tersakiti dan tersalahi oleh kefanaanku

Read more...

mentari masih bersinar

mentari masih bersinar...
kala asa kian menjulang
kala derap langkah kian menang
kala isak kian berulang

mentari pun masih bersinar...
meski gontai menyapu langkah hidup
meski peluh meratai wajah yg kian meredup
meski onak tak letih menghujam hingga mata pun mengatup

kini mentari seakan bersembunyi
sinarnya terhalang awan tebal
lelah membagi pertahanan diri
tanpa balasan diambil peduli

begitupun hidup ini
ada kala mencari tempat bernaung diri
melepas segala penat hati
hingga masa bersiap tuk bangkit kembali

mentari pun akhirnya menghilang
ditelan gemuruh pergantian masa
?
dikala asa tak lagi berkobar
dikala langkah tak lagi terdengar
dikala isak tak lagi berulang

padam...
meninggalkan tuanya zaman...

tetapi kawan,
tahukah engkau?

masih ada seberkas cahaya mentari disini
tersimpan apik didalam kotak ini

balikkan badanmu!
mentari harapan baru telah sejak lama menunggumu

jangan kau matikan cahaya asa-mu sebelum tiba saat matinya cahaya asa-mu...!

Read more...

keindahan nyanyian jiwa

mengikuti gerak hati menuju keindahan abadi
mengindahkan terpaan badai yang selalu datang menghujami
yang terdengar hanya nyanyian surgawi
yang datang berhembus lirih menyusup sanubari

aku ingat suara itu
suara yang pernah menggetarkan jiwaku
keindahan yang sangat menyejukkan jiwa
membuai setiap naluri yang mendengarnya

keindahan taman impian yang membahana
menyisakan senyuman sang dewi nirmala

Read more...

tersesat aku

fikirku tersesat di tempat yang begitu asing
seakan tak berpenghuni
penuh sekat dan tabir yang menghalang melintang
kemana ku harus bertanya?

mencoba menyingkap semua tabir penghalang
namun... seakan tak satu pun tabir yang berhasil kusingkap
meski aku telah melakukannya hingga tersengal

terduduk lemas aku disudut fikirku

kawan... baru kusadari
aku tersesat di alam fikirmu!

mengapa begitu banyak tabir yang kau buat?
apa kau sengaja agar aku tak dapat mengetahui apa yang kau fikirkan?
agar aku tak mengerti mengapa kau begini?

yaa... aku memang tak mengerti!
karna tabir itu aku tak mengerti
karna sekat itu aku tak mengerti
karna keanehan sikapmu pun aku tak mengerti

aku akan pergi!
keluar dari alam fikirmu
yang menyisakan banyak tanda tanya tanpa jawab perlu

dunia yang asing...
dengan para makhluknya yang begitu asing pula

semoga suatu hari kau kan kembali ke dunia yang ku kenal

Read more...

Kenangan Tertinggal

ku tulis memo di atas kertas putih kecil ini
sedang senyap angin di telingaku
seakan aku sendiri yang tertinggal di dunia ini
kemana mereka semua???

ku acuhkan semua pikiran itu
ku terus berusaha menulis
samar ku dengar lantunan lagu melayu sendu
entah darimana asalnya

sejenak konsentrasiku buyar
pikiranku terhanyut akan keindahan syairnya

ah... ini hanya tipuan sesaat pikirku lagi
aku tak boleh tertipu keindahan sejenak lagi
hanya merusak asa dan langkahku

aku kembalikan fokusku pada kertas didepanku
seakan dunia tak mau tau apa yang ku kerjakan
dan aku pun begitu, tak peduli lagi dengan peredaran dunia ini
yang ada di pikir ku hanya kemantapan langkahku

penaku kembali menari di atas kertas ini
sejuta kata di benakku yang ingin ku tumpahkan ke dalam kertas ini
namun hanya satu larik kata yang mampu ku tuangkan
yang mungkin mampu mewakilkan segenap rasa di jiwa

"kenangan tertinggal"

Read more...

Senyum Untukmu

tetes peluh membasah kening
raut lelah menghapus indah wajah
merangkai kisah dalam bait gurat seri

onak itu seakan tak ingin beranjak pergi
selalu dan selalu bercokol di hidupnya
kian menuakan jejak derik langkahnya

cerita musim lalu yang ternyata belum usai
semakin merait talian olah pikirnya
dapat ku baca kemelut di jiwanya

oh bunda...
ku ingin kembalikan seri wajahmu
hapus semua lelah pikirmu

pindahkan pedih itu ke dalam sukmaku
gantikannya dengan seukir senyum indah untukmu

Read more...

Padamu

derai hujan petang ini memekik gaung sukma naluri
mengundang kembali gerimis hati

terlintas bayang kala itu
saat kita duduk ditepi pantai
memandangi bocah berlari riang kesana kemari
juga nelayan yang sibuk mengemas jala

tak terduga waktu itu akan masa ini
keasingan diri menuai kenisbian kisah janji

dimanakah letak kealpaan diri?

harusnya padamu semua ini ku akhiri

(untuk disadari)

Read more...

Nila Kasih

lakon tangis berkedok senyum
seruas nila menghela desir angin barat
alun kecapi menyusur anak sungai musi

lelah bercengkerama dengan bayang di kaca
larutkan sedih dalam buaian sepoi musim ini
lepaskan duka serabut kasih kosongkan jiwa
menghitung mundur waktu ajal tiba
membawa serta seluruh lara luka

Read more...

Bangkit

inginku berlari mencari telaga suci
tuk perciki raga ini dengan bau surgawi
agar dapat ku kuatkan langkah tuk kembali tegak berdiri

ah.. ku terseret lagi ke dalam rawa yang berlumpur penat
tak dapat ku hampiri pasak tuk menolong diri
ku terjatuh lagi

namun ku kan bangkit sekuat nafas hakiki
tak peduli jerat perih merajam kaki

ku kan terus berlari menggapai seri

: ku harus bangkit

Read more...

Sosok berbeda namun sama

di sudut ruang ini kutemukan seberkas kisah
secercah tawa membaur menyentuh jiwa

di sudut ruang ini aku melihat sosok yang sangat gembira
tertawa riang membangkitkan semangat orang yang mendengar
selalu tersenyum cerah tanpa pernah bersedih
bermimpi membuat dunia ini lebih indah dengan senyuman

sungguh kebahagiaan yang selalu mengelilinginya

siapakah sosok itu?

di sudut lain ruang ini kutemukan wajah murah berselimut kesedihan
kepedihan jiwa seakan merenggut senyuman dari wajah ini

di sudut ini aku melihat sosok yang selalu berdiam diri
menatap kosong kedepan tanpa terbersit senyum
kegundahan atma menutupi keindahan sebuah senyum simpul
derita telah mengoyak keriangan dan keindahannya

sungguh hanya nestapa yang datang menghampirinya
telah menghilang semua bahagia

aku kembali bertanya
siapakah sebenarnya sosok itu?

ternyata kedua sosok itu adalah seseorang yang sama pada masa yang berbeda

: biarlah aku menyimpan rapat jawabannya (agar menjadi rahasia abadi dalam atma)

Read more...

Ku Ingin Kedamaian

Tak terbersit sedikitpun makna dibalik buncahan amarah jiwa
Dunia seakan tertutup rapat tak dapat melihat suatu kebenaran
Manakah kebenaran yang hakiki?
Tak satu pun yang dapat menelaah dan menyelami ke dalam diri

Gegap gempita mewarnai ruang hidup ini
Mengapa tak ada yang berani angkat suara?
Riuh redam tangis menyayat pedih
Namun tetap tak dapat menghapuskan luka torehan di hati

Berjalan gontai menentukan arah langkah ini
Tak tau harus kemana diri ini kubawa
Tak satu pun tempat yang tak memberikan perih
Tak ayal rasanya, ku ingin melangkah ke duniamu wahai para malaikat

Aku inginkan kedamaian diri
Ketenangan hati saat tak ada lagi kerisauan
Bukan sebongkah harta duniawi
Atau sekedar kesenangan akan materi
Adakah yang dapat mengerti ini?
Atau aku harus berlari ke arah kehidupan sejati
Sampai kutemui kedamaian abadi

Read more...

Sendiri

Lelah...
Menyusuri hari ini yang penuh dengan problematika
Seakan waktu tak ingin beranjak dari peraduannya
Lelah...
Berkecamuk pikiran di dalam benakku
Seakan tak mampu untuk menghandle semua ini

Sendiri...
Kulalui hari-hari penuh luka ini
Tercabik hati tak dapat bersuara
Tak satupun yang dapat mengayomi diri
Dari sejuta kepedihan jiwa

Kemana kan kucari jiwa yang dapat melindungi
Yang dapat mengerti perasaan hancur dan terpukul
Tlah hilang dariku semua tempat mengadu dan bersandar
Kini tinggal kesedirian menyelimuti hidup

Read more...

Hapuskan luka

Pergi...
Menjauhlah dari hidupku
Bawa semua kata bualanmu
Juga semua tipu daya dan janji palsumu
Ku takkan hiraukanmu lagi
Jangan pernah kau menoleh ke arahku lagi
Aku sungguh tak peduli

Menjauh...
Lanjutkan perjalanan khayalmu
Ku takkan menghentikan langkahmu
Tuk tautkan kembali muslihatmu pada jiwa-jiwa yang baru
Hingga suatu saat kau lelah berpetualang tanpa makna
Hanya menghabiskan usia tiada guna
Menyiakan yang harusnya dihargai

Akhiri...
Semua kenangan tak bernyawa
Perjalanan hidup penuh luka
Binar cahaya jiwa meredup karena duka
Kebencian menyelimuti sukma
Hikayat ingkar mendera kasih
Merenggut murni talian jiwa

Read more...

Asa dan Onak

Kepedihan membelenggu sukma
Membakar asa yang telah susah payah kuraih
Benakku...
Kosong berselimut kehampaan
Tercabik rangkaian onak
Menembus hasratku tuk bangkit
Teguhku...
Lunglai tanpa kekuatan
Hilangkan inginku tuk berkreasi
Hempaskan kembali aku kedalam kehancuran
Sadarku...
Nyaris tak dapat ku kuasai
Terbang membahana jauh ke ujung samudra
Sulit tuk mengembalikan keagungan diri
Sendiri...
Kurasakan pahit getir ini
Kulinangkan semburat jiwa
Belenggu hitam hanyutkan asa

Read more...

Transisi Hidup

Dentang lagu mengiringi masa ini
Satu hari yang kan menutup sejuta kisah
Mengakhiri semua kepedihan lirih

Kuingin berlari sejauh mungkin
Mencengkeram tirai menyibak duka
Asa akan penghabisan getir jiwa

* * * * *

Transisi hidup penggambar duka
Akankah ini akhir langkahku
Terjerembab ke dalam kesedihan yg ku tak tau

Mengapa aku begini?
Mengapa kurasakan jiwaku penuh jerami?
Aku tak mampu fahami semua ini

Read more...

Tirani Diri

Ku terpaku menatap jauh ke angkasa luas
Di keheningan malam yang kian menyusup
Bertabur bintang cerahkan naluri

Di sudut ruang kosong nun jauh disana
Kudapati suatu pengharapan akan sebuah arti
Makna terasa mencercah setiap titik perih

Dalam hening tersirat berjuta ungkapan
Merenggut seri bunga cinta
Ikrar suci yang terhempas riak keingkaran

Kuingin berlari mengejar seberkah cahaya itu
Tuk membangkitkan kembali seluruh asaku
Terbangkan tirani yang menyekat diri
Menggapai embun hanyutkan lara

Read more...

Derma seri penuh erti

Kepedihan menghiris relung jiwaku
Lyric-lyric itu lagi yang kembali kudengar
Seraya petir menyambar urat nadi
Kesakitan menyisir segenap sanubari

Kapan waktu akan berakhir
Menggantikan isak tangis dengan riang tawa bahagia
Apakah kebahagiaan itu masih ada?
Diantara berjuta kemelut jiwa yang menderma
Apakah seri bisa kembali melengkapi erti
Berbalut riak memenuhi gurat wajah

Read more...

Semua Menghilang

Duniaku berlalu penuh misteri
Begitu banyak cerita tanpa kata
Hingga terbersit seribu tanya
Betapa suci keagungan ilahi

Dan impianku pun menghilang
Dan kasihku pun menghilang
Dan alur ceritaku pun menghilang
Dan sahabatku pun menghilang

Tergantikan dengan kesucian tragedi
Yang menghentakkan setiap nafas nadi
Menjadi suatu kenyataan hakiki
Yang terukir abadi dalam suratan illahi robbi

Wahai sahabat illahi robbi
Wahai kekasih illahi robbi
Tunjukkanlah ketulusan hati suci
Hingga menjadi keterpanaan abadi
Yang kan selalu terlihat walau terhalang tirani
Menembus tirai duniawi dengan mata hati

Jangan pernah ada kemunafikan
Jangan pernah ada kesemuan
Tampakkanlah asa kejujuran
Di atas segala ketertutupan hati

Pada-Mu lah illahi robbi kami kembali

Read more...

Kedamaian Mimpi

Kututup mata dan telingaku dari semua yang ada di depanku
Kubiarkan mereka bertindak apapun yang mereka suka
Kutetapkan langkahku menuju kedamaian yang sunyi
Kuingat selalu petuah lama yang telah menuntun hidupku

Tak terkira besarnya cobaan yang harus kulalui
Tak terhingga tetes air mata yang telah jatuh membasuh lukaku
Tak terduga godaan hidup yang terus datang silih berganti
Tapi tak akan dapat mengusik diamku dalam rasa yang tersia

Kini ku akan terus melangkahkan kaki
Menuju kehidupan yang kekal abadi
Hingga tiada lagi yang berani menyakiti
Ku akan terus melangkah sendiri hingga akhir nadi

Selamat datang wahai peri alam mimpi
Tunggulah kedatanganku di singgasanamu
Aku akan datang menemuimu di kerajaanmu
Membawa segenap mimpi yang akan terus abadi

Read more...