Begitu saja
kutemukan dirimu di ruang ini dengan sejuta misteri
kau menatap lekat ke bawah dalam penuh hening
tak ada yang mengenal ataupun bertanya tentangmu
kehadiranmu menambah keasingan dalam benakku
tak pernah kupikirkan tentangmu
kuhanya sibuk merawat dan membalut luka pedihku
seiring waktu yang trus melaju, perlahan sinarmu mulai terpancar ke sekelilingmu
silau yang mengharuskanku mengalihkan tatapan ke arahmu
tersentak ku mendapati sebuah keanehan baru
begitu saja aku menemukanmu
begitu saja aku menangkap perbedaan di langkahmu
begitu saja aku menyimpanmu di sudut ingatanku yang sukar terhapus
semua terjadi begitu saja tanpa sempat kupahami dan kupikirkan
pun tak kudapati kejelasan tanya hati
jam dinding terus berputar tak peduli
tak sadar tlah banyak waktu terlewati dengan hadirmu
"siapa kau sebenarnya? mengapa kau tiba tiba menghampiri gelap hidupku? akankah kau yang menjadi teman tuk ku meraih kilauan cahaya nun jauh disana tuk kembalikan terangnya hidupku?" ucapku padamu di satu reriuhan ombak menyisir kekosongan hati
dan kau hanya diam seribu basa tanpa mengerti buncahan rasa ingin tauku
pun aku terpaku dalam diammu
lunglai ku terjerembab di desiran pasir
ku duduk di tengah purnama ini
coba tuk cermati erti jalan jalan yang tlah kulalui
lagi lagi tak kudapati jawab yang berarti
dari kejauhan kulihat langkahmu
dalam lelah ku menanti, terpantik secuil asa di hati, tuk temukan makna sejati
pun tak sempat ku berlirih, kau tlah berdiri di hadapku seraya berucap, "aku harus pergi...!"
taukah kau? bukanlah lisan yang ingin kudengar
bak kilatan yang menghujam dan memecahkan langitku
kini ku tak punya pelindung lagi
purnama seketika menghilang entah kemana
kembali ku terhempas di jagad aneh ini
kini ku pahami
kau makhluk aneh dari luar angkasa yang telah menghisap seluruh duniaku hingga tak tersisa lagi milikku
kau hisap matahariku dalam pusaranmu hingga seluruhku adalah malam
kau hisap pula indahku hingga yang tersisa kelam
kau makhluk hebat
: gerhana kegelapan abadi dan sinar yang tak mungkin kembali
kau menatap lekat ke bawah dalam penuh hening
tak ada yang mengenal ataupun bertanya tentangmu
kehadiranmu menambah keasingan dalam benakku
tak pernah kupikirkan tentangmu
kuhanya sibuk merawat dan membalut luka pedihku
seiring waktu yang trus melaju, perlahan sinarmu mulai terpancar ke sekelilingmu
silau yang mengharuskanku mengalihkan tatapan ke arahmu
tersentak ku mendapati sebuah keanehan baru
begitu saja aku menemukanmu
begitu saja aku menangkap perbedaan di langkahmu
begitu saja aku menyimpanmu di sudut ingatanku yang sukar terhapus
semua terjadi begitu saja tanpa sempat kupahami dan kupikirkan
pun tak kudapati kejelasan tanya hati
jam dinding terus berputar tak peduli
tak sadar tlah banyak waktu terlewati dengan hadirmu
"siapa kau sebenarnya? mengapa kau tiba tiba menghampiri gelap hidupku? akankah kau yang menjadi teman tuk ku meraih kilauan cahaya nun jauh disana tuk kembalikan terangnya hidupku?" ucapku padamu di satu reriuhan ombak menyisir kekosongan hati
dan kau hanya diam seribu basa tanpa mengerti buncahan rasa ingin tauku
pun aku terpaku dalam diammu
lunglai ku terjerembab di desiran pasir
ku duduk di tengah purnama ini
coba tuk cermati erti jalan jalan yang tlah kulalui
lagi lagi tak kudapati jawab yang berarti
dari kejauhan kulihat langkahmu
dalam lelah ku menanti, terpantik secuil asa di hati, tuk temukan makna sejati
pun tak sempat ku berlirih, kau tlah berdiri di hadapku seraya berucap, "aku harus pergi...!"
taukah kau? bukanlah lisan yang ingin kudengar
bak kilatan yang menghujam dan memecahkan langitku
kini ku tak punya pelindung lagi
purnama seketika menghilang entah kemana
kembali ku terhempas di jagad aneh ini
kini ku pahami
kau makhluk aneh dari luar angkasa yang telah menghisap seluruh duniaku hingga tak tersisa lagi milikku
kau hisap matahariku dalam pusaranmu hingga seluruhku adalah malam
kau hisap pula indahku hingga yang tersisa kelam
kau makhluk hebat
: gerhana kegelapan abadi dan sinar yang tak mungkin kembali
0 komentar:
Posting Komentar