Senyum Untukmu

tetes peluh membasah kening
raut lelah menghapus indah wajah
merangkai kisah dalam bait gurat seri

onak itu seakan tak ingin beranjak pergi
selalu dan selalu bercokol di hidupnya
kian menuakan jejak derik langkahnya

cerita musim lalu yang ternyata belum usai
semakin merait talian olah pikirnya
dapat ku baca kemelut di jiwanya

oh bunda...
ku ingin kembalikan seri wajahmu
hapus semua lelah pikirmu

pindahkan pedih itu ke dalam sukmaku
gantikannya dengan seukir senyum indah untukmu

0 komentar: