Senyum Untukmu

tetes peluh membasah kening
raut lelah menghapus indah wajah
merangkai kisah dalam bait gurat seri

onak itu seakan tak ingin beranjak pergi
selalu dan selalu bercokol di hidupnya
kian menuakan jejak derik langkahnya

cerita musim lalu yang ternyata belum usai
semakin merait talian olah pikirnya
dapat ku baca kemelut di jiwanya

oh bunda...
ku ingin kembalikan seri wajahmu
hapus semua lelah pikirmu

pindahkan pedih itu ke dalam sukmaku
gantikannya dengan seukir senyum indah untukmu

Read more...

Biar Semua Hilang

akhirnya semua telah sirna
getar asmara pun pudar di dalam dada
dan diantara kita tlah tak ada
rasa saling seia sekata

hari ini atau esok lusa
kita kan berpisah untuk selama lamanya
agar tak kan lagi ku rasa
duka derita hidup bersama

usah lagi...
perpisahan jadi beban di hati

tak kan lagi...
ada harapan kita tuk kembali

biar semua hilang bagai mimpi mimpi
biar semua hilang usah kau sesali

biar semua hilang bagai mimpi mimpi
biar semua hilang usah kau sesali

Read more...

Padamu

derai hujan petang ini memekik gaung sukma naluri
mengundang kembali gerimis hati

terlintas bayang kala itu
saat kita duduk ditepi pantai
memandangi bocah berlari riang kesana kemari
juga nelayan yang sibuk mengemas jala

tak terduga waktu itu akan masa ini
keasingan diri menuai kenisbian kisah janji

dimanakah letak kealpaan diri?

harusnya padamu semua ini ku akhiri

(untuk disadari)

Read more...

Nila Kasih

lakon tangis berkedok senyum
seruas nila menghela desir angin barat
alun kecapi menyusur anak sungai musi

lelah bercengkerama dengan bayang di kaca
larutkan sedih dalam buaian sepoi musim ini
lepaskan duka serabut kasih kosongkan jiwa
menghitung mundur waktu ajal tiba
membawa serta seluruh lara luka

Read more...

Bangkit

inginku berlari mencari telaga suci
tuk perciki raga ini dengan bau surgawi
agar dapat ku kuatkan langkah tuk kembali tegak berdiri

ah.. ku terseret lagi ke dalam rawa yang berlumpur penat
tak dapat ku hampiri pasak tuk menolong diri
ku terjatuh lagi

namun ku kan bangkit sekuat nafas hakiki
tak peduli jerat perih merajam kaki

ku kan terus berlari menggapai seri

: ku harus bangkit

Read more...

Begitu saja

kutemukan dirimu di ruang ini dengan sejuta misteri
kau menatap lekat ke bawah dalam penuh hening
tak ada yang mengenal ataupun bertanya tentangmu
kehadiranmu menambah keasingan dalam benakku
tak pernah kupikirkan tentangmu
kuhanya sibuk merawat dan membalut luka pedihku

seiring waktu yang trus melaju, perlahan sinarmu mulai terpancar ke sekelilingmu
silau yang mengharuskanku mengalihkan tatapan ke arahmu
tersentak ku mendapati sebuah keanehan baru

begitu saja aku menemukanmu
begitu saja aku menangkap perbedaan di langkahmu
begitu saja aku menyimpanmu di sudut ingatanku yang sukar terhapus
semua terjadi begitu saja tanpa sempat kupahami dan kupikirkan
pun tak kudapati kejelasan tanya hati

jam dinding terus berputar tak peduli
tak sadar tlah banyak waktu terlewati dengan hadirmu

"siapa kau sebenarnya? mengapa kau tiba tiba menghampiri gelap hidupku? akankah kau yang menjadi teman tuk ku meraih kilauan cahaya nun jauh disana tuk kembalikan terangnya hidupku?" ucapku padamu di satu reriuhan ombak menyisir kekosongan hati
dan kau hanya diam seribu basa tanpa mengerti buncahan rasa ingin tauku
pun aku terpaku dalam diammu
lunglai ku terjerembab di desiran pasir

ku duduk di tengah purnama ini
coba tuk cermati erti jalan jalan yang tlah kulalui
lagi lagi tak kudapati jawab yang berarti

dari kejauhan kulihat langkahmu
dalam lelah ku menanti, terpantik secuil asa di hati, tuk temukan makna sejati
pun tak sempat ku berlirih, kau tlah berdiri di hadapku seraya berucap, "aku harus pergi...!"
taukah kau? bukanlah lisan yang ingin kudengar
bak kilatan yang menghujam dan memecahkan langitku
kini ku tak punya pelindung lagi

purnama seketika menghilang entah kemana

kembali ku terhempas di jagad aneh ini
kini ku pahami
kau makhluk aneh dari luar angkasa yang telah menghisap seluruh duniaku hingga tak tersisa lagi milikku
kau hisap matahariku dalam pusaranmu hingga seluruhku adalah malam
kau hisap pula indahku hingga yang tersisa kelam
kau makhluk hebat

: gerhana kegelapan abadi dan sinar yang tak mungkin kembali


Read more...

Sosok berbeda namun sama

di sudut ruang ini kutemukan seberkas kisah
secercah tawa membaur menyentuh jiwa

di sudut ruang ini aku melihat sosok yang sangat gembira
tertawa riang membangkitkan semangat orang yang mendengar
selalu tersenyum cerah tanpa pernah bersedih
bermimpi membuat dunia ini lebih indah dengan senyuman

sungguh kebahagiaan yang selalu mengelilinginya

siapakah sosok itu?

di sudut lain ruang ini kutemukan wajah murah berselimut kesedihan
kepedihan jiwa seakan merenggut senyuman dari wajah ini

di sudut ini aku melihat sosok yang selalu berdiam diri
menatap kosong kedepan tanpa terbersit senyum
kegundahan atma menutupi keindahan sebuah senyum simpul
derita telah mengoyak keriangan dan keindahannya

sungguh hanya nestapa yang datang menghampirinya
telah menghilang semua bahagia

aku kembali bertanya
siapakah sebenarnya sosok itu?

ternyata kedua sosok itu adalah seseorang yang sama pada masa yang berbeda

: biarlah aku menyimpan rapat jawabannya (agar menjadi rahasia abadi dalam atma)

Read more...

Ku Ingin Kedamaian

Tak terbersit sedikitpun makna dibalik buncahan amarah jiwa
Dunia seakan tertutup rapat tak dapat melihat suatu kebenaran
Manakah kebenaran yang hakiki?
Tak satu pun yang dapat menelaah dan menyelami ke dalam diri

Gegap gempita mewarnai ruang hidup ini
Mengapa tak ada yang berani angkat suara?
Riuh redam tangis menyayat pedih
Namun tetap tak dapat menghapuskan luka torehan di hati

Berjalan gontai menentukan arah langkah ini
Tak tau harus kemana diri ini kubawa
Tak satu pun tempat yang tak memberikan perih
Tak ayal rasanya, ku ingin melangkah ke duniamu wahai para malaikat

Aku inginkan kedamaian diri
Ketenangan hati saat tak ada lagi kerisauan
Bukan sebongkah harta duniawi
Atau sekedar kesenangan akan materi
Adakah yang dapat mengerti ini?
Atau aku harus berlari ke arah kehidupan sejati
Sampai kutemui kedamaian abadi

Read more...

Sendiri

Lelah...
Menyusuri hari ini yang penuh dengan problematika
Seakan waktu tak ingin beranjak dari peraduannya
Lelah...
Berkecamuk pikiran di dalam benakku
Seakan tak mampu untuk menghandle semua ini

Sendiri...
Kulalui hari-hari penuh luka ini
Tercabik hati tak dapat bersuara
Tak satupun yang dapat mengayomi diri
Dari sejuta kepedihan jiwa

Kemana kan kucari jiwa yang dapat melindungi
Yang dapat mengerti perasaan hancur dan terpukul
Tlah hilang dariku semua tempat mengadu dan bersandar
Kini tinggal kesedirian menyelimuti hidup

Read more...

Hapuskan luka

Pergi...
Menjauhlah dari hidupku
Bawa semua kata bualanmu
Juga semua tipu daya dan janji palsumu
Ku takkan hiraukanmu lagi
Jangan pernah kau menoleh ke arahku lagi
Aku sungguh tak peduli

Menjauh...
Lanjutkan perjalanan khayalmu
Ku takkan menghentikan langkahmu
Tuk tautkan kembali muslihatmu pada jiwa-jiwa yang baru
Hingga suatu saat kau lelah berpetualang tanpa makna
Hanya menghabiskan usia tiada guna
Menyiakan yang harusnya dihargai

Akhiri...
Semua kenangan tak bernyawa
Perjalanan hidup penuh luka
Binar cahaya jiwa meredup karena duka
Kebencian menyelimuti sukma
Hikayat ingkar mendera kasih
Merenggut murni talian jiwa

Read more...