keindahan nyanyian jiwa

mengikuti gerak hati menuju keindahan abadi
mengindahkan terpaan badai yang selalu datang menghujami
yang terdengar hanya nyanyian surgawi
yang datang berhembus lirih menyusup sanubari

aku ingat suara itu
suara yang pernah menggetarkan jiwaku
keindahan yang sangat menyejukkan jiwa
membuai setiap naluri yang mendengarnya

keindahan taman impian yang membahana
menyisakan senyuman sang dewi nirmala

Read more...

tersesat aku

fikirku tersesat di tempat yang begitu asing
seakan tak berpenghuni
penuh sekat dan tabir yang menghalang melintang
kemana ku harus bertanya?

mencoba menyingkap semua tabir penghalang
namun... seakan tak satu pun tabir yang berhasil kusingkap
meski aku telah melakukannya hingga tersengal

terduduk lemas aku disudut fikirku

kawan... baru kusadari
aku tersesat di alam fikirmu!

mengapa begitu banyak tabir yang kau buat?
apa kau sengaja agar aku tak dapat mengetahui apa yang kau fikirkan?
agar aku tak mengerti mengapa kau begini?

yaa... aku memang tak mengerti!
karna tabir itu aku tak mengerti
karna sekat itu aku tak mengerti
karna keanehan sikapmu pun aku tak mengerti

aku akan pergi!
keluar dari alam fikirmu
yang menyisakan banyak tanda tanya tanpa jawab perlu

dunia yang asing...
dengan para makhluknya yang begitu asing pula

semoga suatu hari kau kan kembali ke dunia yang ku kenal

Read more...

Langkahku

akhirnya masa ini tiba jua
detik detik menjelang untuk melangkah lebih jauh

hmm... aku sangat bersemangat untuk melakukan ini
seakan rasaku sudah terbang melayang menuju negri nan jauh disana
aku tak sabar lagi menanti waktu itu tiba

ku ingin menyusuri tepian jalan kota ini untuk yang terakhir kalinya
dalam hening malam dan buaian suara jangkrik
menghirup udara malam kota ini untuk yg terakhir kali
sembari melihat ukiran kembang api yang merona di angkasa lepas

adakah yang menungguku disana?
menunggu derik langkahku tuk tautkan mimpi yang sempat terabai

ku akan bebaskan langkahku tuk berlari sejauh mungkin

Read more...

Kenangan Tertinggal

ku tulis memo di atas kertas putih kecil ini
sedang senyap angin di telingaku
seakan aku sendiri yang tertinggal di dunia ini
kemana mereka semua???

ku acuhkan semua pikiran itu
ku terus berusaha menulis
samar ku dengar lantunan lagu melayu sendu
entah darimana asalnya

sejenak konsentrasiku buyar
pikiranku terhanyut akan keindahan syairnya

ah... ini hanya tipuan sesaat pikirku lagi
aku tak boleh tertipu keindahan sejenak lagi
hanya merusak asa dan langkahku

aku kembalikan fokusku pada kertas didepanku
seakan dunia tak mau tau apa yang ku kerjakan
dan aku pun begitu, tak peduli lagi dengan peredaran dunia ini
yang ada di pikir ku hanya kemantapan langkahku

penaku kembali menari di atas kertas ini
sejuta kata di benakku yang ingin ku tumpahkan ke dalam kertas ini
namun hanya satu larik kata yang mampu ku tuangkan
yang mungkin mampu mewakilkan segenap rasa di jiwa

"kenangan tertinggal"

Read more...

Senyum Untukmu

tetes peluh membasah kening
raut lelah menghapus indah wajah
merangkai kisah dalam bait gurat seri

onak itu seakan tak ingin beranjak pergi
selalu dan selalu bercokol di hidupnya
kian menuakan jejak derik langkahnya

cerita musim lalu yang ternyata belum usai
semakin merait talian olah pikirnya
dapat ku baca kemelut di jiwanya

oh bunda...
ku ingin kembalikan seri wajahmu
hapus semua lelah pikirmu

pindahkan pedih itu ke dalam sukmaku
gantikannya dengan seukir senyum indah untukmu

Read more...

Biar Semua Hilang

akhirnya semua telah sirna
getar asmara pun pudar di dalam dada
dan diantara kita tlah tak ada
rasa saling seia sekata

hari ini atau esok lusa
kita kan berpisah untuk selama lamanya
agar tak kan lagi ku rasa
duka derita hidup bersama

usah lagi...
perpisahan jadi beban di hati

tak kan lagi...
ada harapan kita tuk kembali

biar semua hilang bagai mimpi mimpi
biar semua hilang usah kau sesali

biar semua hilang bagai mimpi mimpi
biar semua hilang usah kau sesali

Read more...

Padamu

derai hujan petang ini memekik gaung sukma naluri
mengundang kembali gerimis hati

terlintas bayang kala itu
saat kita duduk ditepi pantai
memandangi bocah berlari riang kesana kemari
juga nelayan yang sibuk mengemas jala

tak terduga waktu itu akan masa ini
keasingan diri menuai kenisbian kisah janji

dimanakah letak kealpaan diri?

harusnya padamu semua ini ku akhiri

(untuk disadari)

Read more...

Nila Kasih

lakon tangis berkedok senyum
seruas nila menghela desir angin barat
alun kecapi menyusur anak sungai musi

lelah bercengkerama dengan bayang di kaca
larutkan sedih dalam buaian sepoi musim ini
lepaskan duka serabut kasih kosongkan jiwa
menghitung mundur waktu ajal tiba
membawa serta seluruh lara luka

Read more...

Bangkit

inginku berlari mencari telaga suci
tuk perciki raga ini dengan bau surgawi
agar dapat ku kuatkan langkah tuk kembali tegak berdiri

ah.. ku terseret lagi ke dalam rawa yang berlumpur penat
tak dapat ku hampiri pasak tuk menolong diri
ku terjatuh lagi

namun ku kan bangkit sekuat nafas hakiki
tak peduli jerat perih merajam kaki

ku kan terus berlari menggapai seri

: ku harus bangkit

Read more...

Begitu saja

kutemukan dirimu di ruang ini dengan sejuta misteri
kau menatap lekat ke bawah dalam penuh hening
tak ada yang mengenal ataupun bertanya tentangmu
kehadiranmu menambah keasingan dalam benakku
tak pernah kupikirkan tentangmu
kuhanya sibuk merawat dan membalut luka pedihku

seiring waktu yang trus melaju, perlahan sinarmu mulai terpancar ke sekelilingmu
silau yang mengharuskanku mengalihkan tatapan ke arahmu
tersentak ku mendapati sebuah keanehan baru

begitu saja aku menemukanmu
begitu saja aku menangkap perbedaan di langkahmu
begitu saja aku menyimpanmu di sudut ingatanku yang sukar terhapus
semua terjadi begitu saja tanpa sempat kupahami dan kupikirkan
pun tak kudapati kejelasan tanya hati

jam dinding terus berputar tak peduli
tak sadar tlah banyak waktu terlewati dengan hadirmu

"siapa kau sebenarnya? mengapa kau tiba tiba menghampiri gelap hidupku? akankah kau yang menjadi teman tuk ku meraih kilauan cahaya nun jauh disana tuk kembalikan terangnya hidupku?" ucapku padamu di satu reriuhan ombak menyisir kekosongan hati
dan kau hanya diam seribu basa tanpa mengerti buncahan rasa ingin tauku
pun aku terpaku dalam diammu
lunglai ku terjerembab di desiran pasir

ku duduk di tengah purnama ini
coba tuk cermati erti jalan jalan yang tlah kulalui
lagi lagi tak kudapati jawab yang berarti

dari kejauhan kulihat langkahmu
dalam lelah ku menanti, terpantik secuil asa di hati, tuk temukan makna sejati
pun tak sempat ku berlirih, kau tlah berdiri di hadapku seraya berucap, "aku harus pergi...!"
taukah kau? bukanlah lisan yang ingin kudengar
bak kilatan yang menghujam dan memecahkan langitku
kini ku tak punya pelindung lagi

purnama seketika menghilang entah kemana

kembali ku terhempas di jagad aneh ini
kini ku pahami
kau makhluk aneh dari luar angkasa yang telah menghisap seluruh duniaku hingga tak tersisa lagi milikku
kau hisap matahariku dalam pusaranmu hingga seluruhku adalah malam
kau hisap pula indahku hingga yang tersisa kelam
kau makhluk hebat

: gerhana kegelapan abadi dan sinar yang tak mungkin kembali


Read more...